Arsip Islam

Oral Sex (Pengertian, Penerapan Dan Hukum Dalam Islam)

Dalam beberapa waktu belakangan ini banyak sekali pasangan suami istri yang menanyakan tentang oral sex, mulai dari pertanyaan “Oral artinya apa ?”, “Oral itu apa ?”, “Jawab yah !, Oral adalah ?” dan sebagainya.
Ingin tahu jawabannya ???

Oral sex adalah kegiatan seksual dengan cara memberikan rangsangan alat kelamin pasangan sex dengan menggunakan mulut, lidah, gigi atau tenggorokan. (Om Wiki)

Oral Sex ( Pengertian, Penerapan Dan Hukum Dalam Islam)

Oral Suami Istri

Sebagian Suami Istri mungkin melakukan seks oral sebagai bagian dari foreplay sebelum melakukan hubungan seksual, ada juga yang mungkin hanya ingin mendapatkan sensasi tersendiri dari oral sex.
Diluar dari keniatan tentang oral sex, ada bagian yang harus di ketahui terlebih dahulu dari aktivitas oral sex, yaitu hukum kebolehan malakukannya.

Dalam pembahasan oral sex lebih detailnya ada dua macam yaitu :
  1. Fellatio, adalah oral sex yang dilakukan wanita (istri) pada kelamin pria (suaminya).
  2. Cunnilingus, adalah oral sex yang dilakukan pria (suami) pada wanita (istrinya).

Oral Pria (fellatio)

Hukum Fellatio (oral sex pada kelamin pria) yaitu hanya disebutkan secara pemahaman yang diambil dari batasan umum diperbolehkannya seluruh aktivitas seksual dan dari pendekatan-pendekatan tekstual dalam literatur-literatur kitab ala pesantren.

Dalam literatur-literatur tersebut tidak ada teks yang secara gamblang memperbolehkan dan melarang aktifitas oral pria (fellatio), sehingga aktifitas oral pria (fellatio) dihukumi boleh.



Oral Wanita (Cunnilingus)


Berbeda dengan oral pria, kali ini keterangan-keterangan yang membahas tentang aktivitas pria (suami) yang memberikan rangsangan terhadap vagina wanita (istrinya) dengan mulut a.k.a. Oral wanita (Cunnilingus) ini mempunyai dalil yang jelas.

Keterangan dari ulama-ulama yang tertulis dalam karya-karyanya menyebutkan bahwa hukum oral wanita yaitu boleh.



Oral Dalam Islam

Dari ulasan yang disertai dalil-dalil diatas maka dapat kita simpulan bahwa Oral Sex dalam agama islam hukumnya boleh, baik Oral pria (fellatio) ataupun Oral wanita (Cunnilingus)

Penerapan

Tidak jarang bagi mereka yang melakukan oral sex biasanya sudah dalam keadaan ereksi atau tegang sehingga biasanya mereka sudah mengeluarkan cairan beninga sebagai pelumas atau yang biasa kita kenal dengan madzi.

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa madzi atau cairan yang biasanya keluar dari alat kelamin pria atau wanita saat sedang ereksi tersebut di hukumi najis.

Walaupun diatas sudah dijelaskan bahwa oral sex itu diperbolehkan, lalu bagaimana bagi pasangan suami istri yang akan melakukan oral Sex sedangkan dalam setiap aktivitas tersebut tentu mereka tidak bisa menghindari keluarnya madzi. Dalam oral sex tentu sangat sulit apabila harus menghindari madzi agar tidak ikut terbawa masuk kedalam mulut.

Dalam kajian fiqih tentunya kita sudah mengetahui bahwa seseorang tidak diperbolehkan mengotori tubuh apalagi memasukan najis kedalam tubuh tanpa adanya sebab yang jelas, hal tersebut tentu tidak diperbolehkan.

Madzi merupakan sesuatu yang najis sehingga berlaku hukum yang sama dengan najis-najis lainnya, tetapi karena dalam pembahasan oral sex sangat sulit sekali untuk dihindari, maka hukum syara’ memberikan kemudahan, sehingga madzi bagi pasangan suami istri yang sedang melakukan jima’ (sex) hukumnya diampuni (ma’fu).


Hukum madzi selamanya tetap najis hanya saja bagi suami istri yang sedang melakukan jima’ hukumnya dima’fu, selain pada saat jima’ maka hukum madzi tetap najis.

***

Dari pemaparan diatas mengenai "Oral Sex (Pengertian, Penerapan Dan Hukum Dalam Islam)" mudah-mudahan dapat bermanfaat terutama bagi pasangan suami istri terutama pengantin baru, sehingga tidak perlu was-was lagi untuk mendatangi istri-istrinya.

Wassalam.

Tebarkan Kemanfaatan